Jelang Ramadhan 2026, Satpol PP Cianjur Amankan Belasan PSK

Dani Jatnika
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo. Foto: Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  2026 Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur menggelar operasi penertiban terhadap praktik prostitusi di sejumlah wilayah rawan. 

Operasi cipta kondisi tersebut dilaksanakan Selasa malam (3/2/2026) hingga Rabu dini hari (4/2/2026), mulai pukul 21.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum serta menciptakan suasana kondusif menjelang Ramadhan 2026.

“Operasi ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci. Kami menyasar lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi tempat praktik prostitusi,” ujar Djoko, Rabu (4/2/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sejumlah titik, antara lain warung remang-remang, rumah kos, serta tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Cianjur Kota, Cilaku, Karangtengah, Sukaluyu, dan Cipanas.

Hasilnya, petugas mengamankan 11 perempuan yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi. Selanjutnya, mereka dibawa untuk menjalani pendataan dan asesmen awal oleh petugas.

Djoko menjelaskan, setelah proses asesmen, para terjaring razia akan diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial (UPTD PPS) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kampung Nagrak, Kabupaten Sukabumi, untuk mengikuti program pembinaan.

“Di sana, mereka akan menjalani pembinaan dan pelatihan keterampilan selama sekitar tiga bulan. Tujuannya agar mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak kembali ke praktik prostitusi,” jelasnya.

Selain pelatihan keterampilan, para peserta pembinaan juga akan mendapatkan pendampingan mental dan keagamaan sebagai upaya pemulihan sosial.

Djoko berharap, melalui program tersebut, para eks pekerja seks komersial dapat kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih produktif dan mandiri.

“Kami berharap setelah mengikuti pembinaan, mereka tidak mengulangi perbuatannya dan dapat kembali ke jalan yang lebih baik,” pungkasnya.

Operasi serupa, menurut Djoko, akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya penegakan peraturan daerah serta menjaga ketertiban dan moralitas publik di Kabupaten Cianjur.

Editor : Ayi Sopiandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network