Ia menilai perbedaan pandangan selama forum merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, menurutnya, konsolidasi dan penguatan kaderisasi harus menjadi fokus utama ke depan.
“PMII Cianjur harus terus bergerak dengan semangat keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas. Persatuan kader adalah kunci untuk membawa organisasi lebih progresif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan rampungnya Konfercab ke-22 ini, kepemimpinan baru PMII Kabupaten Cianjur diharapkan mampu melanjutkan roda organisasi secara konsisten, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kaderisasi serta pengabdian sosial.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
