120 Hektare Sawah di Cianjur Puso Diserbu Ribuan Burung, Petani Merugi Puluhan Juta

Dani Jatnika
Ribuan burung pipit serang lahan sawah milik Petani di Ciranjang. (Foto: Dani Jatnika).

“Ada petani yang menggarap satu hektare, ada juga sampai 13 hektare. Sebagian sudah gagal total, sebagian lagi masih bisa diselamatkan, tapi hasilnya sangat minim,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, kerugian petani ditaksir sangat besar. Modal tanam per hektare diperkirakan mencapai Rp15 juta, sehingga petani yang mengelola lahan luas harus menanggung kerugian berlipat.

“Kalau satu hektare saja modalnya bisa Rp15 juta. Yang lahannya lebih luas tentu kerugiannya jauh lebih besar,” kata Ikin.

Untuk mencegah kerusakan lanjutan, petani terpaksa memasang jaring di area persawahan guna melindungi sisa tanaman. Namun langkah tersebut justru menambah beban biaya produksi.

“Satu jaring harganya sekitar Rp60 ribu. Untuk setengah hektare saja butuh delapan jaring. Ini jadi beban tambahan bagi petani,” pungkasnya.

Para petani berharap adanya perhatian serius dari Dinas Pertanian setempat, baik berupa bantuan bibit, kompensasi kerugian, maupun pendampingan teknis, agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada musim tanam berikutnya.

Editor : Ayi Sopiandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network