CIANJUR, iNewsCianjur.id – Ketinggian gelombang laut di pantai Apra, Desa Saganten, Cianjur Jawa Barat saat ini kisaran empat hingga tujuh meter. Ketinggian ini dinilai masih dibatas normal.
Salattriana, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, dan sekaligus pengelola pantai Apra mengatakan, tidak ada dampak setelah terjadinya badai besar di pesisir pantai ujung genteng Sukabumi.
Dia mengatakan, jika tinggi gelombang mencapai 9 hingga 12 meter terlebih pada saat pasang laut dipastikan tidak boleh ada wisatawan hingga nelayan pun tidak bisa beroperasi.
Salattriana menjelaskan bahwa selama bulan hijrah, khususnya antara tanggal 11 hingga 18, air laut dipastikan akan mengalami kenaikan signifikan. Namun, meskipun kondisi ini cukup berbahaya, hingga kini tidak ada laporan kejadian korban yang terbawa arus di Pantai Apra, baik dari pengunjung maupun wisatawan.
"Pada saat kondisi ramai pengunjung, petugas penjaga dari warga sekitar atau nelayan handal akan berjaga dengan jumlah dua hingga empat orang," kata Salattriana, mengingatkan warga dan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat berkunjung.
Dia menyampaikan, para wisatawan diminta untuk tidak berada terlalu dekat dengan bibir pantai, terutama saat gelombang tinggi. "Keselamatan pengunjung adalah prioritas kami," tambahnya.
Sementara itu, bagi nelayan yang tinggal di sekitar pantai, melaut saat gelombang tinggi sudah menjadi hal biasa. Namun, mereka mengungkapkan bahwa apabila gelombang mencapai 9 meter, mereka akan menunda kegiatan melaut demi menjaga keselamatan.
Pihak berwenang terus meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti petunjuk dan himbauan demi menghindari potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
