Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan di Takokak Cianjur Lumpuhkan Sekitar 500 Hektare Sawah Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:35 WIB
  • author Dani Jatnika
Kekeringan di Takokak Cianjur Lumpuhkan Sekitar 500 Hektare Sawah Warga
Ilustrasi sawah kekeringan. (Foto: pixabay)

CIANJUR,iNewsCianjur.id – Kekeringan akibat kemarau panjang melumpuhkan aktivitas pertanian di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur. 

Sekitar 500 hektare sawah milik warga terdampak krisis air, memaksa hampir 100 kepala keluarga (KK) meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman, mengatakan, kekeringan membuat lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama warga tidak lagi produktif. Tanpa pasokan air yang memadai, petani kesulitan mengolah sawah dan kehilangan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Karena sawah tidak bisa ditanami, sementara kebutuhan banyak, akhirnya mereka terpaksa sementara bekerja ke luar pulau. Kebanyakan mereka bekerja ke Kalimantan,” ujar Nadir kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Menurut Nadir, dampak paling terasa dialami warga Kampung Bobojong, Kampung Sinar Pusaka, dan Kampung Cibuluh. Dari ketiga kampung tersebut, hampir 100 KK memilih bekerja ke luar daerah karena tidak lagi bisa mengandalkan hasil pertanian.

Bahkan, sejumlah lahan persawahan dilaporkan hampir setahun tidak produktif akibat terbatasnya ketersediaan air. Sebagian kecil lahan yang masih memiliki pasokan air mulai dimanfaatkan untuk menanam cabai. Namun, mayoritas sawah lainnya terpaksa dibiarkan terbengkalai karena kondisi tidak memungkinkan untuk ditanami.

Kondisi tersebut memperlihatkan dampak kekeringan yang tidak hanya mengancam produksi pertanian, tetapi juga menekan perekonomian masyarakat pedesaan. Ketika sawah tidak lagi menghasilkan, warga terpaksa mencari pekerjaan di luar daerah untuk mempertahankan keberlangsungan hidup keluarga.

Persoalan air di Waringinsari juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Warga tidak hanya kesulitan mendapatkan air untuk mengairi persawahan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Nadir menyebut, upaya mendatangkan bantuan air bersih menghadapi kendala jarak dan akses jalan menuju wilayah terdampak yang belum memadai.

“Jangankan untuk mengairi sawah, air untuk kebutuhan sehari-hari pun kekurangan. Sampai saat ini tidak ada air bersih. Mau meminta bantuan air bersih, aksesnya jauh dan kondisi jalannya juga kurang memadai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan status siaga darurat kekeringan di Jawa Barat diperpanjang hingga Oktober 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan karena curah hujan masih rendah dan kondisi cuaca belum sepenuhnya menunjukkan peralihan menuju musim hujan.

Menurut Samudra, fenomena El Niño turut memengaruhi kondisi tersebut. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampaknya diperkirakan masih berlangsung hingga 2027, sehingga berpotensi memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah.

Ia menjelaskan, hujan yang sempat mengguyur Cianjur pada awal Oktober belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air. Hujan memang turun selama empat hari berturut-turut, tetapi durasinya hanya sekitar 15 menit dan belum merata di seluruh wilayah.

“Intensitas curah hujannya juga masih rendah,” kata Samudra.

Semula, status siaga darurat kekeringan berlaku selama Juli hingga September 2026. Namun, kondisi cuaca yang belum menunjukkan peningkatan curah hujan signifikan membuat masa siaga diperpanjang satu bulan hingga Oktober.

BPBD berharap peralihan musim menuju musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada November 2026 dapat segera terjadi. Hujan diharapkan mampu memulihkan ketersediaan air, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan.

Editor: Yanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut