Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Kemarau Mulai Cekik Petani Sindangbarang, Air Menipis hingga Biaya Produksi Membengkak

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:17 WIB
  • author Gusti Wilantara
Kemarau Mulai Cekik Petani Sindangbarang, Air Menipis hingga Biaya Produksi Membengkak
Pengecekan sawah cetak di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur selatan. Foto: Gusti Wilantara.

Untuk menyelamatkan tanaman, petani menerapkan sistem penyiraman secara bergiliran. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan air yang terbatas dapat dibagi secara merata.

Meski kondisi lahan mulai kering, Rohman menyebut hingga kini belum ada laporan petani di Sindangbarang yang mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan. Sebagian lahan bahkan sudah memasuki masa panen.

"Petani yang tidak mendapatkan pasokan air yang mencukupi memilih beralih ke tanaman palawija," katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga berupaya memberikan bantuan sumur bor serta melakukan identifikasi terhadap kondisi lahan sawah dan kebutuhan bantuan pertanian di masing-masing wilayah.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut