Kemarau Mengganas, 16 Hektare Sawah di Cidaun Terancam Mengering
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Musim kemarau mulai menunjukkan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Menurunnya debit air pada saluran irigasi membuat sedikitnya 16 hektare lahan sawah terancam mengalami kekeringan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap hasil panen petani.
Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Cidaun, Wawan Kuswa, mengatakan berdasarkan data pertanian, Kecamatan Cidaun memiliki luas baku sawah mencapai 4.800 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 825 hektare telah ditanami pada musim tanam saat ini.
"Lahan yang terancam kekeringan tersebar di Desa Neglasari dan Desa Gelarpawitan. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya debit air pada saluran irigasi akibat menurunnya pasokan dari sumber-sumber air alami yang terdampak musim kemarau tahun ini," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Menurut Wawan, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya tambahan pasokan air maupun hujan dengan intensitas yang memadai, luas lahan terdampak dikhawatirkan akan terus bertambah.
"Petugas kami di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi lahan terdampak serta mengoordinasikan upaya antisipasi bersama pemerintah desa dan kelompok tani," jelasnya.
Editor : Ayi Sopiandi