Cianjur Resmi Jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Cetak SDM Berdaya Saing Global
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Kabupaten Cianjur ditetapkan sebagai salah satu dari 17 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi penyelenggaraan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Program yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut ditujukan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus mencetak lulusan berdaya saing nasional dan internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan penunjukan Cianjur sebagai penyelenggara SNT merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi.
"Atas arahan tersebut, Bupati Cianjur pada Mei 2026 mengusulkan Kabupaten Cianjur sebagai lokasi penyelenggaraan SNT. Alhamdulillah, Cianjur menjadi salah satu dari 17 kabupaten/kota yang ditetapkan melaksanakan program ini pada tahun pelajaran 2026/2027," kata Ruhli, belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan SNT di Cianjur menerapkan pola konsolidasi dengan memanfaatkan sekaligus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang telah tersedia. Kegiatan belajar mengajar akan dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian atau Balai Vedca di Kecamatan Karangtengah.
Berdasarkan hasil peninjauan pada 25 Juli 2026, fasilitas ruang belajar dinilai siap digunakan. Pada tahap awal, SNT akan membuka dua rombongan belajar untuk jenjang SMP dengan kapasitas 40 siswa dan dua rombongan belajar jenjang SMA yang juga menampung 40 siswa.
Selain ruang kelas, lokasi tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan karakter, seperti lapangan futsal, lapangan tenis, badminton, tenis meja, hingga kolam renang. Sejumlah fasilitas hanya memerlukan penyempurnaan sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Menurut Ruhli, pengelolaan SNT berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), sedangkan Disdikpora Kabupaten Cianjur berperan mendukung pelaksanaan program di daerah.
Konsep SNT mengintegrasikan pendidikan jenjang SMP dan SMA sehingga pembinaan peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan. Program ini diprioritaskan bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Pemerintah juga menyiapkan kuota afirmasi sebesar 10 persen bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
"Kami berharap lulusan SNT mampu bersaing dengan sekolah-sekolah nasional maupun sekolah bertaraf global karena kurikulum yang diterapkan memadukan kurikulum nasional, lokal, dan internasional," ujarnya.
Untuk menjaring calon peserta didik, Disdikpora telah melakukan sosialisasi ke seluruh SMP di Kabupaten Cianjur sejak 21 Juli 2026. Sekolah diminta mendata siswa berprestasi sekaligus menyampaikan informasi program kepada orang tua. Adapun pendaftaran dibuka pada 24-27 Juli 2026.
Seluruh peserta didik yang lolos seleksi akan memperoleh berbagai fasilitas tanpa dipungut biaya, meliputi pendidikan gratis, seragam sekolah, satu unit laptop bagi setiap siswa, layanan antarjemput menggunakan bus sekolah, hingga fasilitas pembelajaran berstandar internasional.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi model pengembangan pendidikan unggulan di daerah sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di tingkat global.
Editor : Ayi Sopiandi