Disnakertrans Cianjur Tetapkan Kamboja sebagai Zona Merah Penempatan Kerja Migran
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih negara tujuan bekerja di luar negeri.
Warga diminta menghindari tawaran kerja ke Kamboja karena negara tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap praktik penempatan tenaga kerja ilegal.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, menegaskan bahwa Kamboja saat ini masuk kategori zona merah bagi calon pekerja migran asal Cianjur.
“Kami melarang keras warga Cianjur berangkat bekerja ke Kamboja karena negara tersebut sudah masuk zona merah,” ujar Denny, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, hasil penelusuran pemerintah terhadap berbagai kasus yang menimpa warga negara Indonesia di Kamboja menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja direkrut untuk bekerja di sektor yang bermasalah, terutama sebagai operator judi online maupun pelaku penipuan daring (online scam).
“Hampir dapat dipastikan mereka akan ditempatkan sebagai admin judi online atau terlibat dalam aktivitas scammer yang berisiko menimbulkan persoalan hukum dan keselamatan,” katanya.
Hero menambahkan, hingga saat ini tidak ada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) resmi yang memiliki izin atau jalur penempatan tenaga kerja ke Kamboja. Karena itu, warga yang berangkat ke negara tersebut umumnya menggunakan jalur nonprosedural atau ilegal.
“Tidak ada satu pun P3MI resmi yang memberangkatkan pekerja ke Kamboja. Jika ada tawaran kerja ke sana, masyarakat harus waspada karena besar kemungkinan dilakukan melalui jalur ilegal,” tegasnya.
Disnakertrans Cianjur mengimbau calon pekerja migran untuk selalu memverifikasi legalitas perusahaan penyalur serta memastikan proses keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah tersebut penting guna menghindari risiko eksploitasi, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga keterlibatan dalam aktivitas ilegal di negara tujuan.
Pemerintah daerah juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan praktik perekrutan tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan di Kamboja tanpa dokumen dan prosedur yang jelas. Dengan pengawasan bersama, diharapkan warga terhindar dari jeratan sindikat penempatan kerja ilegal yang kerap menyasar pencari kerja melalui media sosial maupun jaringan perantara.
Editor: Ayi Sopiandi