Monitor KDM! Ambulans Pembawa Ibu Hamil Terjebak di Kubangan Lumpur
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Sebuah peristiwa dramatis terjadi di jalur penghubung Desa Sirnagalih dan Panyindangan, Kabupaten Cianjur. Sebuah mobil ambulans yang membawa pasien ibu hamil terjebak di jalan rusak, licin, dan berlumpur, hingga menghambat perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Ambulans yang dikemudikan Rus (35), sopir Desa Panyindangan, tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat kondisi jalan dipenuhi lumpur tebal dan lubang. Dalam situasi darurat tersebut, keluarga pasien bersama warga sekitar terpaksa mengambil langkah nekat mengevakuasi ibu hamil dengan cara digotong melewati medan berlumpur.
“Pasien ibu hamil bernama Ibu Susanti, warga Kampung Rancailat, hendak dibawa ke RUD Pagelaran. Kami berjuang semaksimal mungkin agar pasien tetap bisa mendapatkan penanganan medis secepatnya,” ujar Rus, Rabu (9/4/2026) kemarin.
Perjuangan itu menjadi gambaran nyata betapa buruknya kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun, membuat kendaraan, termasuk ambulans, tidak bisa melintas.
Rus menegaskan bahwa kondisi ini sangat membahayakan, terutama dalam situasi darurat seperti orang sakit atau ibu hamil. Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan.
“Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan warga,” ungkapnya.
Peristiwa ini juga menuai perhatian dari Kepala Desa Panyindangan, Deden Slamet. Ia menyebut jalan tersebut merupakan jalur alternatif penting bagi aktivitas warga, sehingga kerusakan yang terjadi sangat berdampak luas.
“Kondisi jalan yang rusak parah membuat ambulans tidak mampu menanjak. Akibatnya, pasien harus ditandu karena kendaraan tidak bisa melintas,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi alarm keras bahwa akses jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan pembangunan, melainkan menyangkut nyawa manusia. Warga pun mendesak pemerintah kabupaten untuk segera merealisasikan perbaikan, khususnya di titik tanjakan kritis di wilayah Desa Panyindangan, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Editor : Ayi Sopiandi