get app
inews
Aa Text
Read Next : Tabungan Lebaran Tak Bisa Dicairkan, Ratusan Ibu-ibu Geruduk Kantor LKM Akhlakul Karimah di Cibinong

Terisolasi Longsor di 17 Titik, Akses Antardesa di Cidaun Lumpuh Total

Senin, 30 Maret 2026 | 14:24 WIB
header img
Akses jalan warga di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun tertutup longsoran pasca diguyur hujan. Foto: Camat Cidaun Gagan Rusganda, for iNewsCianjur.id

CIANJUR, iNewsCianjur.idBencana tanah longsor melanda 17 titik di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (27/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026). 

Kejadian ini menyebabkan akses jalan penghubung antar desa sepanjang 750 meter terputus total karena tertimbun material tanah.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengonfirmasi bahwa sebagian besar titik longsor menutup landasan jalan utama serta area persawahan milik warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur membuat aktivitas warga di sejumlah desa terhambat sepenuhnya.

“Longsor di belasan titik terjadi di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, menutup landasan jalan dan area persawahan warga, sedangkan di desa lain masih dalam pendataan karena jarak tempuh yang sulit dilalui kendaraan,” ujar Gagan saat dihubungi Senin (30/3/2026).

Gagan menjelaskan, warga dari sejumlah kampung kini bergotong-royong menyingkirkan material longsor agar jalan bisa segera dilalui, minimal oleh kendaraan roda dua. Kendala utama di lapangan adalah banyaknya titik longsor yang mencapai 14 titik di sepanjang jalur utama desa.

Pihak Kecamatan Cidaun telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui BPBD. Laporan tersebut mencakup permintaan penanganan darurat serta perbaikan permanen infrastruktur jalan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain merusak akses jalan, sekitar 8 hektare sawah warga juga tertimbun material tanah. Ancaman longsor susulan masih menghantui permukiman warga di sekitar lokasi.

“Bencana alam di Desa Cibuluh selain menutup jalan utama penghubung antar desa, juga membuat sekitar 15 rumah warga terancam sehingga warga diminta siaga dan waspada untuk segera mengungsi ketika longsor kembali terjadi,” tutur Gagan.

Hingga kini, pendataan kerusakan di desa lain di wilayah Cidaun masih terus dilakukan. Kondisi cuaca yang belum stabil membuat petugas dan warga harus tetap dalam status siaga tinggi.

“Kami meminta warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta peka terhadap tanda-tanda alam. Segera mengungsi jika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali turun,” pungkasnya.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut