Antisipasi Lonjakan Pemudik, Polisi Identifikasi Sejumlah Trouble Spot di Jalur Cianjur
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, guna memastikan kelancaran mobilitas kendaraan di jalur strategis yang menghubungkan Cianjur dengan Bandung, Sukabumi, dan Bogor.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi melalui Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan, hasil pemetaan sementara menunjukkan beberapa lokasi berpotensi menjadi titik penumpukan kendaraan. Kondisi tersebut dipicu aktivitas pasar tumpah, perlintasan sebidang kereta api, hingga penyempitan badan jalan di wilayah perbatasan.
“Sejumlah titik sudah kami identifikasi sebagai trouble spot yang berpotensi mengalami kepadatan saat puncak arus mudik,” ujar Aang.
Berdasarkan hasil pemetaan, titik rawan kemacetan di wilayah Cianjur meliputi kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di pintu perlintasan kereta api Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, serta area Pasar Ciranjang. Sementara di jalur menuju Sukabumi, kepadatan diprediksi terjadi di wilayah Warungkondang dan Gekbrong.
Adapun di jalur menuju Bogor melalui kawasan Puncak, potensi kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi di sekitar Pasar Cipanas yang kerap mengalami penyempitan arus akibat aktivitas perdagangan masyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Satlantas Polres Cianjur menyiapkan empat tim urai lalu lintas yang bersifat mobile. Tim tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis guna melakukan penanganan cepat apabila terjadi kepadatan kendaraan.
Selain itu, pengendara yang melintas di jalur Cianjur diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melintasi jalur menanjak seperti kawasan Gekbrong dan jalur Puncak.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, kepolisian juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik dari arah Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya. Pengalihan arus dapat dilakukan melalui jalur Sukaluyu dan Jonggol, dengan titik pengarah di Tugu Kuda Kosong, Kecamatan Sukaluyu, serta Tugu Pramuka di Kecamatan Karangtengah yang terhubung langsung menuju Bogor dan Jakarta.
Di sisi lain, kepolisian juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di beberapa ruas jalur mudik yang ditemukan mengalami kerusakan. Satlantas Polres Cianjur telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Dinas PUTR Kabupaten Cianjur untuk mempercepat proses perbaikan sebelum puncak arus mudik.
Polisi mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi lalu lintas, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way maupun contraflow secara situasional, khususnya di jalur Puncak yang menjadi salah satu jalur wisata sekaligus jalur utama mudik Lebaran.
Editor : Ayi Sopiandi