Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Bangunan Liar di Jalan Lingkar Timur Cianjur Bakal Ditertibkan
Advertisement . Scroll to see content

Dinkes Cianjur Sebut Ada 700 Kasus DBD Hingga Oktober Angka Kematian Sebanyak 6 Kasus

Minggu, 06 Oktober 2024 | 19:53 WIB
  • author Dani Jatnika
Dinkes Cianjur Sebut Ada 700 Kasus DBD Hingga Oktober Angka Kematian Sebanyak 6 Kasus
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, Foto : iNewsCianjur.id/Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat mewaspadai merebaknya kembali potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, memasuki musim hujan biasanya terdapat beberapa penyakit yang perlu diwaspadai terutama DBD. 

Biasanya dalam setahun siklus penyebaran DBD diwaspadai terjadi dua kali. Kondisinya terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya.

"Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan membuat kondisi suhu pun berubah. Tentunya patut waspada terhadap beberapa penyakit yang biasa muncul saat pancaroba. Pada momen-momen seperti ini biasanya DBD cukup merebak," ujar Yusman, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (6/10/ 2024).

Yusman menuturkan, kasus DBD di Kabupaten Cianjur tahun ini relatif cukup tinggi. Data Dinkes mencatat hampir terjadi 700 kasus. Dari jumlah tersebut, angka kematian sebanyak 6 kasus. 

Guna mengantisipasi penyakit DBD masyarakat diimbau untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 4M Plus.

"Untuk tahun ini korban kasus DBD yang meninggal sebanyak enam orang. Rata-rata pada kelompok umur 7-14 tahun," katanya.

Sebagai antisipasi pentingnya  peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kemudian mengkampanyekan program 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, dan menyingkirkan barang-barang bekas.

"Penyakit Chikungunya perlu diwaspadai karena penyakit ini juga berkembang saat musim hujan yang ditimbulkan juga gigitan nyamuk. Meski Chikungnya tdak sampai menimbulkan kematian, namun bisa menyebabkan disfungsi tubuh," pungkas Yusman.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut