Empat titik pengukuran dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, yakni ruas Jalan Raya Bandung di sekitar Kantor Inspektorat, kawasan permukiman di Gang Bakti, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, kawasan industri di Jalan Perintis Kemerdekaan atau Jebrod, serta kawasan Terminal Tipe B Pasirhayam.
Sementara empat titik lainnya dilakukan bersama DLH Provinsi Jawa Barat, meliputi Kompleks Pemerintah Kabupaten Cianjur, kawasan Perumahan Pesona Cianjur Indah, kawasan industri PT Aurora World di Kecamatan Sukaluyu, serta area Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur.
Evi mengatakan sampel hasil pengukuran dari seluruh titik tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Provinsi Jawa Barat.
“Hasil resminya diperkirakan akan keluar sekitar bulan November atau Desember mendatang,” katanya.
Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui secara lebih terukur kondisi kualitas udara Cianjur, termasuk kemungkinan adanya peningkatan parameter pencemar selama periode musim kemarau dan maraknya kejadian karhutla.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
