Meski demikian, Igun menyebut daftar 30 ruas jalan tersebut masih memungkinkan berubah. Penetapan akhirnya akan dibahas lebih lanjut dalam tahapan pembahasan APBD 2027 dengan mempertimbangkan kesiapan pemerintah daerah.
“Kalau jadwal (pembahasan) melihat nanti kesiapan dari pihak pemerintah daerah,” ujarnya.
Pinjaman untuk Percepat Pembangunan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB). Pinjaman tersebut direncanakan memiliki jangka waktu dua tahun.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pinjaman tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, percepatan pembangunan diperlukan dengan mempertimbangkan potensi kenaikan inflasi pada tahun-tahun mendatang.
“Alasannya melakukan percepatan pembangunan saat ini karena mengingat inflasi ke depan selalu naik. Dengan anggaran yang kami harapkan ini, pembangunan bisa lebih maksimal karena dilaksanakan di awal, daripada di tahun-tahun berikutnya saat inflasi semakin naik,” ujar Wahyu.
Wahyu menegaskan seluruh dana pinjaman akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Sementara persoalan defisit akan ditangani melalui sejumlah langkah mitigasi, termasuk mendorong sektor usaha, investasi dan pariwisata.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
