Dari total 3.534 ruang kelas yang tersedia, sebanyak 2.287 ruang berada dalam kondisi baik, 676 ruang mengalami rusak ringan, 282 ruang rusak sedang, dan 289 ruang lainnya rusak berat.
Selain rehabilitasi, Disdikpora juga mencatat kebutuhan 282 ruang kelas baru (RKB). Namun, kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya terjadi di sekolah negeri.
Ipan menjelaskan, hasil pemetaan menunjukkan kapasitas ruang kelas di SMP negeri secara umum relatif telah mencukupi. Persoalan utama di sekolah negeri lebih banyak berkaitan dengan kondisi bangunan yang membutuhkan rehabilitasi.
“Kalau kita petakan sekarang, kebutuhan kelas di SMP negeri sudah tercukupi. Hanya, kebanyakan ruang kelas memang harus direhabilitasi. Kebutuhan pembangunan ruang kelas paling banyak justru di SMP swasta,” ujarnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
