Guru Kelas II SDN Margasari, Enjang Nuroni, mengatakan kondisi bangunan semakin mengkhawatirkan seiring bertambahnya usia dan tingkat kerusakan.
“Keadaannya sangat memprihatinkan. Bangunannya sudah lapuk, dinding dan keramik sudah hancur. Mulai rapuh sekitar 2019,” ujar Enjang, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, persoalan tidak hanya terjadi pada ruang bangunan. Fasilitas sanitasi sekolah juga mengalami kerusakan. Salah satu WC siswa bahkan sudah dalam kondisi miring sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Enjang mengungkapkan, pada 2021 pernah dilakukan survei oleh pihak PUPR untuk melihat kondisi bangunan sekolah. Namun, hingga saat ini pihak sekolah mengaku belum mengetahui tindak lanjut maupun hasil dari survei tersebut.
“Sudah pernah ada survei dari pihak PUPR pada 2021, tetapi sampai sekarang kami belum menerima tembusan atau mengetahui tindak lanjutnya,” katanya.
Ironisnya, di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, jumlah siswa SDN Margasari justru cukup banyak. Saat ini tercatat sekitar 300 siswa, bahkan jumlah siswa kelas I mencapai sekitar 60 anak.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
