Konsep SNT mengintegrasikan pendidikan jenjang SMP dan SMA sehingga pembinaan peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan. Program ini diprioritaskan bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Pemerintah juga menyiapkan kuota afirmasi sebesar 10 persen bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.
"Kami berharap lulusan SNT mampu bersaing dengan sekolah-sekolah nasional maupun sekolah bertaraf global karena kurikulum yang diterapkan memadukan kurikulum nasional, lokal, dan internasional," ujarnya.
Untuk menjaring calon peserta didik, Disdikpora telah melakukan sosialisasi ke seluruh SMP di Kabupaten Cianjur sejak 21 Juli 2026. Sekolah diminta mendata siswa berprestasi sekaligus menyampaikan informasi program kepada orang tua. Adapun pendaftaran dibuka pada 24-27 Juli 2026.
Seluruh peserta didik yang lolos seleksi akan memperoleh berbagai fasilitas tanpa dipungut biaya, meliputi pendidikan gratis, seragam sekolah, satu unit laptop bagi setiap siswa, layanan antarjemput menggunakan bus sekolah, hingga fasilitas pembelajaran berstandar internasional.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi model pengembangan pendidikan unggulan di daerah sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di tingkat global.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
