Pendekatan ini sejalan dengan arahan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menekankan pentingnya multiplier effect dari pembiayaan ultra mikro.
"Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan," ujar Dony.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa bertambahnya durasi ketahanan keuangan membawa arti yang sangat krusial bagi kehidupan nasabah.
"Bagi keluarga prasejahtera, tambahan waktu tersebut memberikan ruang untuk mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional tanpa harus terjebak dalam pinjaman ilegal atau menjual aset produktif saat menghadapi keadaan mendesak. Keluarga memiliki kesempatan mempertahankan usahanya tetap berjalan, memenuhi kebutuhan pangan secara lebih stabil, hingga menjaga keberlangsungan pendidikan anak," terangnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
