PMI Nonprosedural Asal Cianjur Pulang Setelah 14 Bulan Terjebak di Libya

Dani Jatnika
Suasana di Pendopo Cianjur saat menyambut kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang disiksa majikan di Libya. Foto: ist.

Ai mengaku tidak mengetahui secara pasti proses diplomasi yang ditempuh hingga dirinya dapat dipulangkan. Ia hanya mengetahui bahwa pihak agensi di Libya menjemputnya sebelum proses pemulangan ke Indonesia dilakukan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatannya, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga pihak-pihak yang turut mengawal proses pemulangannya.

Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, mengatakan evakuasi Ai berlangsung melalui proses yang panjang dan tidak sederhana. Situasi keamanan di Libya yang masih diwarnai konflik serta dualisme pemerintahan menjadi tantangan utama dalam proses perlindungan dan pemulangan warga negara Indonesia.

"Ini merupakan proses yang memerlukan perhatian khusus karena warga kami menghadapi persoalan di negara yang masih berada dalam situasi konflik. Alhamdulillah, berkat koordinasi berbagai pihak, Ibu Ai akhirnya dapat kembali ke Cianjur," kata Wahyu.

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali menimpa warga Cianjur. Menurutnya, kasus Ai harus menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal yang mengabaikan aspek keselamatan dan perlindungan hukum.

"Kami berharap tidak ada lagi warga Cianjur yang mengalami nasib seperti Ibu Ai. Semoga beliau dapat kembali menjalani kehidupan yang tenang bersama keluarga," ujarnya.

Editor : Ayi Sopiandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network