Debit Air Irigasi di Cianjur Selatan Mulai Menyusut, Para Petani Diminta Waspada

Dani Jatnika
Saluran air irigasi yang mengaliri kebutuhan pertanian di Cianjur selatan mulai surut. Foto: Dani Jatnika.

Ia menambahkan, karakteristik setiap daerah irigasi berbeda. Pada beberapa titik, kondisi debit air justru relatif stabil bahkan lebih baik saat musim kemarau dibandingkan musim hujan, salah satunya di kawasan Batu Beureum.

UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara sendiri membawahi pengelolaan jaringan irigasi di empat kecamatan, yakni Sukanagara, Kadupandak, Cijati, dan Takokak. Dari total 36 daerah irigasi yang menjadi kewenangannya, lima di antaranya merupakan irigasi teknis, sedangkan sisanya tergolong irigasi sederhana.

Jaringan tersebut melayani areal pertanian seluas sekitar 7.800 hektare yang mencakup lahan persawahan, perkebunan, serta berbagai komoditas pertanian lainnya. Dengan luas layanan tersebut, keberlanjutan pasokan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di wilayah selatan Cianjur selama musim kemarau berlangsung.



Editor : Ayi Sopiandi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network