CIANJUR, iNewsCianjur.id – Suasana berbeda tampak di SDN Sindangbarang 3, Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2026).
Puluhan siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak biasa. Mereka mendapat kesempatan langka berinteraksi langsung dengan dua wisatawan mancanegara yang tengah berkunjung ke wilayah Cianjur Selatan.
Kehadiran dua turis asing tersebut bukan sekadar singgah. Mereka turut mendampingi kegiatan pengembangan kompetensi Bahasa Inggris siswa, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka jendela baru tentang dunia internasional bagi anak-anak di wilayah pesisir selatan Cianjur.
Kepala SDN Sindangbarang 3, Dede Solihah, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui interaksi langsung dengan penutur asing.
Menurutnya, metode belajar seperti ini mampu membangun keberanian dan rasa percaya diri siswa untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa belajar langsung melalui percakapan sederhana, mengenal budaya luar, sekaligus memperluas wawasan tentang dunia internasional,” ujarnya.
Keceriaan terlihat saat para siswa memperkenalkan diri, saling bertanya jawab, hingga menceritakan kehidupan sehari-hari mereka dalam Bahasa Inggris. Meski sesekali masih terbata-bata, semangat dan rasa ingin tahu para siswa mampu mencairkan suasana menjadi penuh keakraban.
Tak hanya belajar bahasa, para siswa juga berkesempatan mengenalkan lingkungan sekolah, budaya lokal, serta kehidupan masyarakat Sindangbarang kepada para wisatawan tersebut. Momen sederhana itu menjadi pengalaman berharga yang jarang mereka temui dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Usai berinteraksi dengan para siswa, kedua wisatawan mancanegara tersebut melanjutkan kunjungan ke Pantai Apra, salah satu destinasi wisata unggulan di Cianjur Selatan.
Hamparan pasir, panorama Samudera Hindia, dan keramahan masyarakat setempat menjadi daya tarik tersendiri yang meninggalkan kesan positif bagi para tamu asing.
Dede menilai, kegiatan yang menghubungkan dunia pendidikan dan sektor pariwisata ini memiliki manfaat ganda. Selain meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi potensi wisata daerah kepada wisatawan internasional.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata di Cianjur Selatan, kemampuan berbahasa asing dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu berperan aktif dalam menyambut wisatawan dari berbagai negara.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi global. Kami berharap mereka semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan diri dan menjadi generasi yang siap bersaing di masa depan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para guru maupun siswa. Bagi anak-anak, pertemuan dengan wisatawan asing bukan hanya pelajaran Bahasa Inggris, melainkan pengalaman yang menginspirasi mereka untuk bermimpi lebih besar dan berani menatap dunia yang lebih luas.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
