CIANJUR, iNewsCianjur.id - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan tajam di awal Ramadhan.
Seperti di Pasar Muka Cianjur, harga cabai rawit merah mencapai Rp 140 ribu per kilogram. Kenaikan harga yang drastis ini membuat pembeli terkejut dan mengeluh.
"Sangat mahal, biasanya harga cabai rawit hanya sekitar Rp50 ribu-Rp60 ribu per kilogram. Kemudian pada awal Ramadhan mulai merangkak naik dari Rp90 ribu kemudian Rp120 ribu dan sekarang sudah mencapai Rp 140 ribu. Kami terpaksa mengurangi pembelian," kata seorang ibu rumah tangga, Fitri (40), yang berbelanja di Pasar Muka.
Kenaikan harga cabai rawit ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen, serta tingginya permintaan menjelang musim tertentu.
Para pedagang di pasar mengaku kesulitan menjaga stok cabai rawit yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan, yang berdampak pada harga jual yang semakin tinggi.
Seorang pedagang cabai, Ahmad Athori, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit membuat pembeli berkurang. Menurutnya, para pembeli mulai mengeluh dan tidak jadi membeli cabai rawit.
"Pembeli ya mulai mengeluh, yang mau beli jadi tidak beli atau yang biasanya beli sekilo sekarang otomatis belinya berkurang jadi setengah kilo atau satu ons, ya berkurang lah," ujarnya.
Dengan harga yang semakin tinggi, banyak pembeli memilih untuk mencari alternatif bahan makanan lain atau bahkan mengurangi penggunaan cabai dalam masakan sehari-hari.
Beberapa pedagang berharap agar kondisi ini segera membaik agar pasar bisa kembali stabil dan harga bahan pokok lainnya tidak ikut naik.
"Kenaikan harga tersebut terjadi akibat berbagai faktor salah satunya cuaca, hujan yang terus mengguyur sehingga para petani cabai mengalami gagal panen," pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait