Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo, Isfhan Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Cianjur
CIANJUR,iNewsCianjur.id- Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, berkomitmen untuk secepatnya mendorong penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk deseminasi dan pengawalan langsung terhadap program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto guna memutus rantai kemiskinan antar-generasi.
Isfhan menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI, yang bermitra langsung dengan Kementerian Sosial (Kemensos), akan segera bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur untuk merealisasikan program tersebut.
"Sekolah Rakyat dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk memberikan akses pendidikan informal, pelatihan vokasi, serta pemberdayaan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat dan kelompok disabilitas," ujarnya usai menghadiri kegiatan sosialisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang digelar Kemensos terkait Sekolah Rakyat dan Bantuan Sosial di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Rabu 21 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Cianjur merupakan bagian integral dari tiga pilar utama deseminasi program prioritas Presiden yang dikawal oleh Komisi VIII DPR RI. Pilar pertama yakni pemutakhiran data melalui Data Tunggal Socio-Ekonomi Nasional (DTSEN).
" Kita memahami bahwa akurasi data adalah kunci utama efektivitas bantuan sosial. Kehadiran DTSEN menjadi langkah krusial untuk memastikan tidak ada lagi bantuan sosial yang salah sasaran (exclusion/inclusion error). Komisi VIII mendorong Kemensos agar integrasi dan verifikasi data di tingkat daerah berjalan secara transparan dan berkesinambungan," kata Isfhan.
Adapun Pilar yang kedua yakni Penguatan Sekolah Rakyat, Isfhan mengatakan, bahwa pendidikan merupakan jalur utama untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi. Melalui kolaborasi program Sekolah Rakyat, negara hadir memberikan akses pendidikan informal, vokasi, dan pemberdayaan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat serta kelompok disabilitas agar mereka memiliki daya saing dan masa depan yang lebih mandiri.
"Dalam hal ini di Kabupaten Cianjur, saya di Komisi VIII dengan pemerintah daerah akan secepatnya mendorong supaya terselenggaranya Sekolah Rakyat," ucap Legislator Partai Golkar Daerah Pemilihan Jawa Barat meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.
Sedangkan Pilar Ketiga yakni Optimalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), Isfhan menekankan harus berfungsi sebagai jaring pengaman yang adaptif dan inklusif. Tidak hanya sebatas pemberian bantuan tunai atau sembako, tetapi juga harus mendorong graduasi penerima manfaat beralih dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
"Komisi VIII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran agar setiap rupiah dari anggaran perlindungan sosial benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran," katanya.
Isfhan pun mengajak semua untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Sosial dalam hal ini pendamping sosial dengan DPR RI serta pemerintah daerah agar pelaksanaan DTSEN, Sekolah Rakyat, dan Perlinsos berjalan optimal hingga ke pelosok daerah di Kabupaten Cianjur.
"Saya sangat mengapresiasi kepada sumber daya manusia PKH/Pendamping Sosial dalam melaksanakan tugas-tugas pendampingan kepada masyarakat penerima bansos dengan adaptif dan responsif, sehingga program prioritas presiden bisa terlaksana sesuai dengan rencana strategis pemerintah," pungkasnya.
Editor: Yanto