Rp150 Miliar Siap Digelontorkan, 30 Ruas Jalan Cianjur Jadi Sasaran Perbaikan
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Harapan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur mendapat angin segar setelah DPRD Kabupaten Cianjur menyepakati pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar dalam KUA-PPAS APBD 2027.
Dana tersebut diarahkan khusus untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, anggaran pinjaman itu direncanakan menyasar sekitar 30 titik ruas jalan yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Igun Hendra Gunawan, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Igun yang juga terlibat dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Cianjur menyebut penggunaan dana pinjaman telah dibahas bersama pihak pemerintah daerah.
“Kami Komisi III bersyukur dengan adanya pinjaman Rp150 miliar yang sudah disetujui dalam KUA-PPAS APBD 2027. Saya juga masuk di Banggar, dalam pembahasan disepakati pinjaman Rp150 miliar itu diperuntukkan untuk pembangunan jalan,” ujar Igun belum lama ini.
Menurut Igun, pemerintah daerah telah menyampaikan adanya kajian terkait penggunaan dana pinjaman tersebut untuk sektor infrastruktur jalan.
“Mereka mengatakan bahwa Rp150 miliar itu rencananya diperuntukkan untuk 30 ruas jalan di Kabupaten Cianjur yang mudah-mudahan bisa merata dari utara sampai selatan,” katanya.
Meski demikian, Igun menyebut daftar 30 ruas jalan tersebut masih memungkinkan berubah. Penetapan akhirnya akan dibahas lebih lanjut dalam tahapan pembahasan APBD 2027 dengan mempertimbangkan kesiapan pemerintah daerah.
“Kalau jadwal (pembahasan) melihat nanti kesiapan dari pihak pemerintah daerah,” ujarnya.
Pinjaman untuk Percepat Pembangunan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB). Pinjaman tersebut direncanakan memiliki jangka waktu dua tahun.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pinjaman tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, percepatan pembangunan diperlukan dengan mempertimbangkan potensi kenaikan inflasi pada tahun-tahun mendatang.
“Alasannya melakukan percepatan pembangunan saat ini karena mengingat inflasi ke depan selalu naik. Dengan anggaran yang kami harapkan ini, pembangunan bisa lebih maksimal karena dilaksanakan di awal, daripada di tahun-tahun berikutnya saat inflasi semakin naik,” ujar Wahyu.
Wahyu menegaskan seluruh dana pinjaman akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur. Sementara persoalan defisit akan ditangani melalui sejumlah langkah mitigasi, termasuk mendorong sektor usaha, investasi dan pariwisata.
Editor: Ayi Sopiandi