Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Beras Bantuan Bikin Bingung! yang Dinilai Mampu Dapat, Warga Tak Mampu Malah Terlewat

Rabu, 23 September 2026 | 11:38 WIB
  • author Jenal
Beras Bantuan Bikin Bingung! yang Dinilai Mampu Dapat, Warga Tak Mampu Malah Terlewat
Penyaluran bantuan pangan nasional. (beras) di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, dinilai membingungkan Pemdes. Foto: ist.

CIANJUR, iNewsCianjur.id — Program bantuan beras pemerintah kembali menjadi perhatian di Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, penyaluran bantuan dinilai masih menyisakan persoalan ketepatan sasaran.

Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan bantuan beras tersebut tentu sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat (KPM) yang benar-benar membutuhkan.

Namun, persoalan muncul ketika data penerima di lapangan dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi warga.

"Memang benar mengacu pada desil, tapi jika saya perhatikan banyak keluarga penerima manfaat dinilainya masih mampu tapi dapat bantuan beras. Di sisi lain, banyak juga warga atau KPM yang benar-benar tidak mampu malah tidak mendapatkannya," kata Elan.

Menurutnya, penentuan penerima bantuan mengacu pada data berdasarkan desil 1 hingga desil 4 sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program.

Meski demikian, kondisi di lapangan terkadang berbeda dengan data yang menjadi dasar penyaluran. Hal inilah yang membuat pemerintah desa ikut kebingungan ketika menemukan warga yang dinilai membutuhkan justru belum masuk sebagai penerima.

"Sebagai kepala desa tentu saya merasa kebingungan. Banyak KPM yang memang tidak mampu tetapi tidak mendapatkan bantuan beras," ujarnya.

Elan berharap persoalan data penerima dapat menjadi perhatian dan dilakukan pembaruan secara berkala agar bantuan pemerintah benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Menurutnya, bantuan sosial akan lebih terasa manfaatnya apabila data penerima sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan maupun pertanyaan di tengah warga.

"Harapannya ke depan data bisa lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Jangan sampai yang membutuhkan justru tidak mendapatkan," pungkasnya.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut