Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Ruang Kelas SMP di Cianjur Rusak Berat

Kamis, 10 September 2026 | 19:20 WIB
  • author Dani Jatnika
Ratusan Ruang Kelas SMP di Cianjur Rusak Berat
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ipan Sopiandi. Foto: Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.Id — Sebanyak 571 ruang kelas SMP di Kabupaten Cianjur mengalami rusak berat. Dari jumlah tersebut, 289 ruang masuk kategori rusak berat dan 282 ruang lainnya rusak sedang.

Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur itu menunjukkan masih besarnya kebutuhan rehabilitasi sarana pendidikan di tengah jumlah peserta didik yang terus membutuhkan ruang belajar yang layak.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopiandi, mengatakan kerusakan tersebut merupakan hasil pemetaan kondisi sarana dan prasarana pendidikan tingkat SMP di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

“Jumlah SMP ada 458 sekolah, dengan sekitar 97.183 siswa dan 3.816 rombongan belajar. Sementara ruang kelas yang dimiliki sebanyak 3.534,” kata Ipan, Kamis (10/9/2026).

Dari total 3.534 ruang kelas yang tersedia, sebanyak 2.287 ruang berada dalam kondisi baik, 676 ruang mengalami rusak ringan, 282 ruang rusak sedang, dan 289 ruang lainnya rusak berat.

Selain rehabilitasi, Disdikpora juga mencatat kebutuhan 282 ruang kelas baru (RKB). Namun, kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya terjadi di sekolah negeri.

Ipan menjelaskan, hasil pemetaan menunjukkan kapasitas ruang kelas di SMP negeri secara umum relatif telah mencukupi. Persoalan utama di sekolah negeri lebih banyak berkaitan dengan kondisi bangunan yang membutuhkan rehabilitasi.

“Kalau kita petakan sekarang, kebutuhan kelas di SMP negeri sudah tercukupi. Hanya, kebanyakan ruang kelas memang harus direhabilitasi. Kebutuhan pembangunan ruang kelas paling banyak justru di SMP swasta,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SMP SCBP Naringgul. Sekolah tersebut sebelumnya harus membuka kelas jauh akibat keterbatasan ruang belajar. Saat ini sekolah tersebut tercatat memiliki 14 siswa.

Kondisi sekolah tersebut bahkan telah mendapat perhatian pemerintah pusat. Menurut Ipan, pihak kementerian telah berkomunikasi dengan Disdikpora terkait kebutuhan sarana dan prasarana sekolah tersebut.

“Mudah-mudahan tahun sekarang bisa mendapatkan bantuan revitalisasi untuk pembangunan ruang kelas dan ruang penunjang pembelajaran lainnya,” tuturnya.

“Yang rusak ringan ini tanggung jawab sekolah. Sudah diatur dalam juknis BOS, dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, bahwa biaya perawatan sekolah maksimal 20 persen dari anggaran BOS,”  ujarnya.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut