Kemarau Mulai Berdampak, Pasokan Air Bersih Perumdam Tirta Mukti di Ciranjang Terganggu
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Menyusutnya debit Sungai Cisokan selama musim kemarau mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pelanggan di wilayah Ciranjang dan sekitarnya berpotensi mengalami gangguan pasokan karena sumber air baku jaringan tersebut bergantung pada aliran Sungai Cisokan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Syamsul Hadi, meminta maaf kepada pelanggan apabila terjadi keterlambatan atau penurunan distribusi air bersih. Kondisi itu dipicu menyusutnya debit sungai yang membuat permukaan air semakin dangkal.
“Untuk wilayah Ciranjang dan sekitarnya, pasokannya mengandalkan sumber air baku dari Sungai Cisokan. Saat ini terjadi penyusutan debit air. Kondisi sungai makin dangkal sehingga pasir di dasar menutup ke mesin intake. Jadi, sekarang pasokan air bersih terganggu,” kata Syamsul, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam mempertahankan kontinuitas pelayanan di tengah musim kemarau. Meski demikian, Perumdam Tirta Mukti memastikan berbagai langkah penanganan terus dilakukan agar gangguan tidak berlangsung berkepanjangan.
Syamsul mengatakan, secara umum dampak kemarau terhadap pelayanan air bersih di Kabupaten Cianjur masih dapat dikendalikan. Distribusi kepada pelanggan di sejumlah wilayah masih relatif berjalan normal.
“Sejauh ini, dampak kemarau masih bisa kita atasi. Pelayanan pasokan air bersih bagi pelanggan relatif lancar,” ujarnya.
Selain mengantisipasi penurunan debit sumber air baku, Perumdam Tirta Mukti juga terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan perpipaan serta fasilitas pendukung di sejumlah cabang pelayanan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem distribusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Syamsul mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan di wilayah terdampak, menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan selama musim kemarau. Penghematan konsumsi dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air di tengah tekanan terhadap sumber air baku.
“Kalaupun terjadi gangguan, lebih karena upaya perbaikan jaringan pipa maupun fasilitas pendukung di seluruh cabang pelayanan. Perbaikan ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Editor : Ayi Sopiandi