Jalan Rusak Hambat Ekonomi dan Wisata, Warga Agrabinta Berharap Uluran Tangan Pemprov Jabar
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Akibatnya, sejumlah ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalan penghubung Kampung Cikakap menuju Kampung Rancabungur. Jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai akses bagi nelayan mengangkut hasil tangkapan, petani membawa hasil panen, sekaligus menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata di pesisir selatan Cianjur.
Kepala Desa Tanjungsari, Junda, mengatakan keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Dari total panjang jalan desa sekitar 67 kilometer, masih banyak ruas yang belum tersentuh pembangunan.
"Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan bantuan agar pembangunan jalan bisa segera direalisasikan. Kemampuan anggaran desa sangat terbatas sehingga belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan pembangunan jalan," ujar Junda, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan perikanan menjadi lebih lambat dan membutuhkan biaya transportasi yang lebih besar.
"Pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika akses jalan lebih baik, aktivitas ekonomi akan tumbuh, biaya distribusi bisa ditekan, dan sektor pariwisata memiliki peluang berkembang lebih pesat," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tanjungsari berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Cianjur. Dukungan anggaran dinilai menjadi solusi agar jalan-jalan yang selama ini dinantikan masyarakat dapat segera dibangun.
"Warga sudah lama menunggu jalan yang layak. Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah provinsi agar akses nelayan, petani, maupun wisatawan tidak lagi terkendala kondisi jalan yang belum memadai," pungkasnya.
Editor : Ayi Sopiandi