Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Pegawai Bank BUMN Jadi Tersangka Korupsi Kredit Rp3,86 Miliar di Cianjur
Advertisement . Scroll to see content

Diduga Dipicu Upwelling, Ribuan Ikan KJA di Waduk Jangari Mati Massal, Petani Cianjur Rugi Miliaran

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:25 WIB
  • author Dani Jatnika
Diduga Dipicu Upwelling, Ribuan Ikan KJA di Waduk Jangari Mati Massal, Petani Cianjur Rugi Miliaran
Ribuan ikan mati di Kolam Jaring Apung waduk Cirata Jangari blok Coklat. Foto: Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id – Ribuan ekor ikan budidaya di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jangari, Kabupaten Cianjur, mati secara massal dalam sepekan terakhir. 

Peristiwa yang diduga dipicu fenomena upwelling atau naiknya massa air dari dasar perairan itu menyebabkan petani ikan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kematian ikan didominasi komoditas ikan mas dan nila yang siap panen. Selain diduga dipengaruhi penurunan kadar oksigen akibat upwelling, kondisi perairan yang dipenuhi eceng gondok dan sampah disebut memperparah kualitas air di kawasan budidaya.

Salah seorang petani KJA, Abah Memen (58), mengatakan kematian ikan terjadi sangat cepat sehingga para pembudidaya tidak memiliki waktu untuk melakukan penyelamatan maupun memindahkan ikan ke lokasi yang lebih aman.

"Empat kolam milik saya ikannya mati semua. Kalau digabung dengan milik petani lain, totalnya diperkirakan mencapai sekitar 50 ton," ujar Abah Memen, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa hilangnya hasil panen, tetapi juga lenyapnya seluruh modal usaha yang telah dikeluarkan selama masa pemeliharaan, mulai dari pembelian benih, pakan hingga biaya operasional.

"Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani KJA," katanya.

Abah Memen menilai pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memperkuat sistem mitigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang. Salah satunya dengan menyediakan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi upwelling, sehingga petani dapat mempercepat panen sebelum ikan mengalami kematian massal.

Selain itu, bantuan benih, pakan maupun program pemulihan usaha dinilai sangat dibutuhkan agar para pembudidaya dapat kembali berproduksi setelah mengalami kerugian besar.

Petani KJA lainnya, Anwar (50), mengaku kematian ikan membuat kondisi ekonomi keluarganya semakin terpuruk. Seluruh biaya produksi selama satu siklus budidaya diperoleh melalui pinjaman kepada bandar, sehingga kini ia harus menanggung utang meski gagal panen.

"Tahun ini tidak ada keuntungan. Yang ada hanya utang yang tetap harus dibayar karena kami meminjam untuk membeli pakan, benih, dan biaya operasional. Selama ini juga belum pernah ada bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Para petani berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap persoalan kualitas air di Waduk Jangari sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang guna menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan di kawasan tersebut. Tanpa intervensi yang cepat, mereka khawatir kematian ikan akan terus berulang dan mengancam mata pencaharian ratusan pembudidaya di perairan Waduk Cirata wilayah Cianjur.

Editor: Ayi Sopiandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut