Musim Kemarau, Debit Air Irigasi di Cianjur Masih Aman dan Belum Ada Laporan Kekeringan
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur memastikan kondisi debit air pada jaringan irigasi di wilayahnya masih dalam kategori aman meski musim kemarau mulai berlangsung.
Hingga pertengahan Juli 2026, pasokan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dinilai masih mencukupi dan belum ditemukan laporan kekeringan di daerah layanan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Asep Femi Lukman, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah bendung, sungai, dan saluran irigasi menunjukkan debit air masih stabil sehingga distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan normal.
"Alhamdulillah, sampai saat ini kondisinya masih aman. Di bendung maupun aliran sungai debit air masih mencukupi sehingga pasokan ke jaringan irigasi juga masih aman," ujar Femi, belum lama ini.
Menurutnya, dampak musim kemarau sejauh ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap ketersediaan air. Dinas PUTR juga belum menerima laporan dari lapangan terkait gangguan pasokan air maupun kekeringan pada daerah irigasi.
"Untuk sementara belum ada laporan kekeringan dari lapangan. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan," katanya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan pengawasan sebagai langkah antisipasi apabila intensitas kemarau meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Pemantauan dilakukan secara berkala oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Infrastruktur Irigasi (PII) yang tersebar di sejumlah wilayah dan membawahi beberapa kecamatan.
Selain melakukan monitoring lapangan, Dinas PUTR juga memperkuat koordinasi dengan Balai PII serta para mitra cai atau kelompok pengelola irigasi untuk memastikan distribusi air berlangsung optimal dan potensi gangguan dapat ditangani lebih cepat.
Kabupaten Cianjur memiliki sekitar 164 jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, meliputi sistem irigasi primer dan sekunder dengan daerah layanan kurang dari 1.000 hektare. Di luar itu, terdapat hampir 700 jaringan irigasi desa yang dikelola pemerintah desa.
Sementara itu, terdapat tujuh jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan cakupan layanan antara 1.000 hingga 3.000 hektare. Adapun satu jaringan irigasi strategis berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dengan luas layanan lebih dari 3.000 hektare.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kondisi debit air tetap terjaga selama musim kemarau sehingga kebutuhan irigasi bagi sektor pertanian dapat terus terpenuhi dan produktivitas pertanian tidak terganggu.
Editor: Ayi Sopiandi