Teka-Teki Jasad Siswi SMK di Cikalongkulon: Mengapa Ayah Tiri Mendadak Hilang saat Korban Ditemukan?
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Misteri kematian seorang siswi SMK berinisial S (18) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Sindangsari, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, masih menjadi teka-teki.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan ayah tiri korban yang belum berada di rumah saat jasad ditemukan.
Kapolsek Cikalongkulon AKP Arif Titim mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh kerabat yang datang ke rumah untuk membersihkan tempat tinggal tersebut pada Minggu (24/5/2026) kemarin.
Saat tiba di lokasi, kerabat sempat memanggil korban, namun tidak mendapatkan respons meski lampu rumah masih menyala. Rasa curiga membuat kerabat bersama warga sekitar akhirnya membuka paksa pintu rumah.
“Kerabat datang untuk membersihkan rumah, tetapi korban tidak memberikan respons saat dipanggil. Setelah pintu dibuka bersama warga, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” ujar Arif, Sekasa (26/5/2026).
Penemuan jasad korban sontak menggegerkan warga sekitar. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan sejumlah kondisi fisik yang memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui autopsi.
“Saat ditemukan terdapat busa keluar dari mulut korban dan darah dari hidung. Selain itu, ditemukan juga cairan pada area tubuh tertentu korban,” kata Arif.
Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Penyidik masih menunggu hasil autopsi dari tim medis forensik untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya siswi tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga tengah menelusuri keberadaan ayah tiri korban guna dimintai keterangan terkait situasi terakhir di rumah sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, sejumlah informasi yang beredar di masyarakat turut didalami, termasuk kabar mengenai surat berisi ungkapan kekecewaan serta rekaman video yang diduga memperlihatkan minuman bercampur zat berbahaya.
“Ada informasi mengenai surat dan video yang beredar di masyarakat. Semua itu sedang kami dalami, termasuk mencari keberadaan ayah tiri korban untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. Korban diketahui merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam serta jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban dan menunggu hasil pemeriksaan resmi yang tengah dilakukan oleh tim penyidik dan forensik.
Editor: Ayi Sopiandi