Minim Tempat Sandar, Aset Nelayan Jayanti Terancam Rusak Saat Cuaca Ekstrem
CIANJUR, iNewsCianjur.id – Ribuan warga asli Jayanti yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menyatakan dukungan penuh terhadap program penataan warung serta pelebaran pelabuhan sandar perahu nelayan di kawasan Pantai Jayanti.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua HNSI Kabupaten Cianjur, Relly Era Jaya, Minggu (10/5/2026).
Menurut Relly, rencana penataan kawasan dan pelebaran pelabuhan sandar merupakan harapan panjang para nelayan yang telah dinanti hampir selama 20 tahun.
“Kami sebagai warga asli Pantai Jayanti tentunya sangat mendukung penuh langkah pemerintah dalam menata dan memperlebar pelabuhan sandar untuk menampung kurang lebih 1.500 unit perahu nelayan,” ujar Relly.
Ia menjelaskan, kondisi pelabuhan saat ini dinilai sudah tidak memadai karena hanya mampu menampung sekitar 60 hingga 80 unit perahu, sementara jumlah perahu nelayan di Pantai Jayanti kini mencapai sekitar 1.800 unit.
Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, ribuan perahu lainnya terpaksa bersandar di tengah laut maupun tersebar di sejumlah titik bibir pantai. Kondisi itu dinilai sangat berisiko, terutama saat musim pancaroba dan cuaca ekstrem.
“Jika tidak ada pelebaran pelabuhan sandar, maka kecelakaan laut akan terus terjadi. Banyak perahu nelayan rusak bahkan tenggelam akibat dihantam gelombang saat bersandar di tengah,” katanya.
Relly menegaskan, dukungan terhadap program pemerintah datang dari mayoritas nelayan yang tergabung dalam HNSI Pantai Jayanti dengan jumlah anggota mencapai sekitar 2.400 orang.
Ia juga menyinggung adanya pihak yang mengatasnamakan warga untuk menolak program penataan tersebut. Namun menurutnya, penolakan itu tidak mewakili kepentingan mayoritas masyarakat nelayan.
“Kalau ada yang mengatasnamakan warga menolak program penataan warung dan pelebaran pelabuhan sandar, itu atas dasar apa. Karena ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kepentingan banyak orang,” ujarnya.
Relly berharap, pembangunan pelabuhan sandar yang lebih luas nantinya dapat meningkatkan keselamatan nelayan sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Dengan adanya pelebaran pelabuhan sandar ini, ribuan perahu nelayan nantinya tidak lagi harus bersandar di tengah laut sehingga aset milik nelayan bisa lebih aman,” paparnya.
Menurutnya, jika pembangunan pelabuhan selesai dilakukan, maka keberlangsungan hidup para nelayan maupun pekerja angkut ikan akan lebih terjamin tanpa terus dibayangi risiko cuaca buruk dan gelombang tinggi saat musim pancaroba.
Editor : Ayi Sopiandi