Stok Beras Jelang Idulfitri di Cianjur-Sukabumi Aman, Bulog Siapkan 20 Ribu Ton
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Perum Bulog memastikan ketersediaan beras untuk wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 berada dalam kondisi aman.
Persediaan yang tersimpan di gudang Bulog saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, mengungkapkan bahwa stok beras yang tersedia di gudang Bulog Cabang Cianjur mencapai sekitar 17.000 ton. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 3.000 ton yang masih dalam tahap pengolahan dari hasil penyerapan gabah petani.
“Jika ditotal, stok yang tersedia saat ini sekitar 20.000 ton. Jumlah ini masih berpotensi bertambah karena proses penyerapan gabah petani masih terus berlangsung,” ujar Yanto kepada awak media, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, cadangan beras tersebut diperuntukkan bagi dua wilayah distribusi, yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Untuk mendukung kapasitas penyimpanan, Bulog mengoperasikan dua gudang utama di kawasan Bojong dan Bojongherang, serta beberapa gudang tambahan yang disiapkan untuk menampung stok.
Menurutnya, meskipun saat ini mulai memasuki musim kemarau, kondisi tersebut justru berdampak positif terhadap kualitas gabah yang dihasilkan petani.
“Pada musim kemarau kadar air gabah cenderung lebih rendah sehingga kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dibandingkan saat musim hujan,” jelasnya.
Di sisi lain, Bulog juga terus mengintensifkan penyerapan gabah petani guna memperkuat cadangan pangan nasional. Saat ini, rata-rata penyerapan gabah di wilayah Cianjur berkisar antara 300 hingga 400 ton per hari.
Untuk menjaga stabilitas harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri, Bulog turut menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran beras melalui berbagai jaringan distribusi.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui toko-toko di pasar, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, hingga kegiatan pasar murah yang digelar bersama dinas terkait. Program tersebut juga melibatkan dukungan dari unsur TNI dan Polri guna memastikan distribusi berjalan lancar.
“Upaya ini dilakukan agar harga beras tetap stabil di tingkat masyarakat dan tidak terjadi lonjakan menjelang Idulfitri,” katanya.
Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per tahap, dengan total dua tahap penyaluran.
“Total bantuan yang diterima masyarakat mencapai 20 kilogram beras. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang dan setelah Idulfitri,” pungkas Yanto.
Editor : Ayi Sopiandi