Jalan Hancur, Janji Mulus, Sindiran Keras untuk PUTR yang Seolah Tutup Mata
Menurut Asep, warga bahkan kerap patungan membeli material seperti, semen, batu dan pasir untuk menutup lubang-lubang besar yang berbahaya. Namun upaya swadaya itu hanya bertahan sementara.
“Tidak lama rusak lagi. Kami juga capek kalau harus terus begini. Masa iya dari pemerintah tidak ada yang turun langsung mengecek kondisi di lapangan,” tegasnya.
Yang membuat warga semakin kecewa, sekitar enam bulan lalu sempat terlihat beberapa orang melakukan pengukuran jalan di tanjakan Pasirkampung–Gunungputri menggunakan meteran. Namun hingga hari ini, hasil pengukuran itu seolah hanya menjadi formalitas tanpa tindak lanjut.
Warga pun mulai bertanya-tanya, apakah pengukuran itu benar-benar untuk perbaikan jalan, atau sekadar rutinitas administratif yang berakhir di atas kertas?
Sementara jalan terus rusak, warga terus bersabar, dan para pengendara terus mengambil risiko. Sebab di Pasirkampung–Gunungputri, lubang jalan tampaknya lebih cepat muncul daripada perhatian pemerintah
Editor : Ayi Sopiandi