get app
inews
Aa Text
Read Next : Polsek Cibinong Warning Keras Remaja Perang Sarung Bisa Berujung Pidana

Harga Cabai Rawit Tembus Rp140.000, Warga Cianjur Keluhkan Beban Belanja di Bulan Puasa

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:17 WIB
header img
Warga keluhkan tingginya harga cabai di bulan puasa. (Foto: Dani Jatnika).

CIANJUR, iNewsCianjur.idHarga cabai rawit di Pasar Muka Cianjur, Cianjur, mengalami lonjakan signifikan sejak memasuki bulan suci Ramadan. Saat ini, harga cabai rawit menembus Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, naik tajam dibandingkan periode sebelum Ramadan.

Salah seorang pedagang, Jenal, mengatakan kenaikan harga mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, cabai rawit masih dijual di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Sekarang harganya sudah tembus Rp130.000 sampai Rp140.000 per kilogram. Kalau dibandingkan sebelumnya, kenaikannya sekitar 30 sampai 40 persen,” ujar Jenal, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, lonjakan harga dipicu oleh terganggunya pasokan akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. Di sisi lain, permintaan masyarakat meningkat seiring kebutuhan konsumsi selama Ramadan.

“Stok dari pemasok memang berkurang. Pengaruh cuaca cukup besar, jadi pasokan tidak lancar,” katanya.

Meski harga tergolong tinggi, aktivitas jual beli di pasar masih terpantau ramai. Namun, banyak pembeli mengeluhkan mahalnya harga cabai yang menjadi salah satu kebutuhan utama dapur.

“Pembeli banyak yang mengeluh, tapi tetap beli karena ini kebutuhan, apalagi mau puasa. Untuk masak, cabai tetap harus ada,” jelasnya.

Jenal memperkirakan harga akan kembali stabil apabila pasokan dari daerah penghasil mulai normal dan distribusi berjalan lancar.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan. Harga bawang merah saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram atau naik sekitar 10 hingga 15 persen. Sementara itu, cabai merah dan cabai hijau masing-masing berada di kisaran Rp70.000 per kilogram. Adapun komoditas sayuran seperti kentang masih relatif stabil.

Ia menambahkan, pasokan cabai rawit di Cianjur sebagian besar berasal dari Pasar Induk Caringin, serta dari petani lokal dalam jumlah terbatas.

“Biasanya barang datang dari Pasar Induk Caringin. Ada juga dari petani sekitar, tapi volumenya tidak banyak,” pungkasnya.

Kenaikan harga pangan menjelang Ramadan ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait agar stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut