get app
inews
Aa Text
Read Next : Hakim PN Cianjur Coret Saksi Penggugat dalam Sengketa Lahan PT Strawberindo

Ratusan Pelajar Cianjur Tumbang Diduga Keracunan, Puluhan Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:03 WIB
header img
Pelajaran di Cianjur diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto : Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya menjadi tumpuan peningkatan kesehatan anak sekolah justru memicu kepanikan. 

Ratusan pelajar di Kabupaten Cianjur dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius usai mengonsumsi menu MBG di dua kecamatan berbeda, yakni Kadupandak dan Cikalongkulon. Dugaan kuat mengarah pada kasus keracunan makanan.

Di Kecamatan Kadupandak, sedikitnya 33 siswa sekolah dasar mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Keluhan mulai dirasakan sejak Senin (26/1/2026) sore hingga malam hari, dengan gejala dominan berupa mual hebat, pusing, demam, hingga gangguan pencernaan.

Kapolsek Kadupandak AKP Deden Hermansyah mengungkapkan bahwa pola gejala hampir seragam pada seluruh korban.

“Keluhan mulai muncul sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Gejalanya hampir sama, sehingga kuat dugaan mengarah pada makanan yang dikonsumsi,” ujar Deden, Selasa (27/1/2026).

Dari total korban, 12 siswa harus dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lanjutan. Sementara 17 siswa dirawat di puskesmas, dan empat lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.

Meski demikian, hingga kini penyebab pasti insiden tersebut masih diselidiki. Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan penelusuran, termasuk pemeriksaan terhadap makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

“Sumber dugaan keracunan masih kami dalami. Pemeriksaan terus dilakukan untuk memastikan penyebab dan mencegah korban bertambah,” tegas Deden.

Kejadian serupa juga mengguncang Kecamatan Cikalongkulon. Sebanyak 107 pelajar dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG.

Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan pemeriksaan medis di Puskesmas Cijagang.

“Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB. Data sementara mencatat 107 anak mengalami keluhan kesehatan,” kata Iyus.

Hingga saat ini, petugas medis masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para siswa. Pemerintah kecamatan bersama dinas terkait juga terus berkoordinasi untuk mengungkap penyebab kejadian dan memastikan keamanan program MBG agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut