Setelah ujian berakhir, proses penghitungan nilai dilakukan secara langsung dan disaksikan pihak-pihak terkait. Penghitungan ditargetkan dapat dilakukan sekitar satu setengah jam setelah pelaksanaan tes.
Dedi menegaskan, keterbukaan dalam proses penilaian menjadi bagian penting karena pelaksanaan tes merupakan amanah dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Kurang lebih satu setengah jam setelah pelaksanaan, kita akan melakukan penghitungan secara langsung. Ini kita lakukan dengan transparansi, karena kami mendapatkan amanah dari pemerintah daerah,” katanya.
Nilai tes akademik nantinya tidak menjadi satu-satunya komponen penentuan. Hasil ujian akan diakumulasikan dengan nilai administrasi yang sebelumnya telah diperoleh peserta melalui tahapan seleksi di tingkat desa.
Dari hasil akumulasi tersebut, akan ditentukan lima peserta dengan peringkat tertinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Panitia desa sudah mengantongi nilai hasil tahapan sebelumnya. Setelah tes akademik ini selesai, nilainya akan diakumulasikan. Dari sana nanti akan terlihat ranking satu sampai lima,” tutur Dedi.
Apabila terdapat peserta yang memperoleh nilai sama setelah seluruh komponen penilaian digabungkan, panitia akan melaksanakan seleksi tambahan untuk menentukan urutan peringkat.
“Kalau dalam penyatuan nilai ternyata ada yang sama, maka akan dilakukan tambahan seleksi akademik khusus bagi peserta yang nilainya sama,” tegasnya.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
