Cianjur Dikepung Tujuh Sesar Aktif, BPBD Minta Warga Perkuat Kesiapsiagaan Gempa

Dani Jatnika
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. (Foto: Dani Jatnika).

CIANJUR, iNewsCianjur.idBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meminta masyarakat tidak mengabaikan risiko gempa bumi menyusul posisi geografis wilayah yang berada di sekitar sejumlah jalur sesar aktif.

Sesar Nyalindung-Cibeber, Cugenang, Cimandiri, Rajamandala, Padalarang, Cirata hingga Sesar Lembang menjadi sejumlah struktur geologi yang perlu diperhitungkan dalam upaya mitigasi bencana di Cianjur.

Sesar Nyalindung-Cibeber memiliki panjang sekitar 30 kilometer dan disebut sebagai bagian dari sistem Sesar Cimandiri yang membentang sekitar 70 kilometer. Sementara Sesar Cugenang menjadi salah satu jalur yang mendapat perhatian serius setelah gempa Cianjur pada 21 November 2022 menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa dalam jumlah besar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai aktivitas kegempaan di wilayah Cibeber melalui layanan call center. Dari laporan awal, dampak yang ditimbulkan relatif kecil.

“Yang masuk ke kami, Alhamdulillah aman. Tidak ada rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Tetapi ada laporan dari Desa Babakankaret, ada empat rumah yang mengalami keretakan,” ujar Samudra, Sabtu (5/9/2026) 

Menurut dia, keretakan pada empat rumah tersebut berupa retakan tipis dan terjadi pada bangunan yang tergolong sudah tua. Kerusakan sementara dinilai tidak memengaruhi struktur utama bangunan sehingga rumah masih kokoh dan aman dihuni.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang melaksanakan piket setiap hari. Pemantauan tidak hanya diarahkan pada gempa, tetapi seluruh potensi bencana, termasuk kebakaran lahan yang meningkat selama musim kemarau.

“Teman-teman Pusdalops setiap hari melaksanakan piket dan memantau semua kejadian bencana. Tidak hanya gempa, tetapi juga kejadian lain, termasuk kebakaran karena sekarang memasuki musim kemarau,” katanya.

BPBD mendorong masyarakat memahami tindakan penyelamatan diri ketika gempa terjadi. Warga diminta tidak panik, segera keluar dari bangunan setelah guncangan memungkinkan, kemudian menjauh dari tiang listrik, pohon, maupun benda lain yang berpotensi roboh.

“Intinya ketika terjadi gempa jangan panik, tetap tenang. Ketika keluar dari rumah, lihat situasi dan kondisi. Terutama menjauh dari tiang listrik dan pohon-pohon. Kalau memungkinkan, cari tanah yang lapang,” ujar Samudra.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan banyaknya korban dalam bencana gempa kerap berkaitan erat dengan keruntuhan bangunan yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa.

“Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara presisi kapan dan di mana akan terjadi,” tegasnya.

Editor : Ayi Sopiandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network