Asep menjelaskan, industri tahu selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa sekaligus sumber mata pencaharian bagi sejumlah warga. Karena itu, berhentinya aktivitas produksi dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
“Ketika pabrik berhenti beroperasi, para pekerja otomatis kehilangan mata pencaharian. Ini berpotensi menambah angka pengangguran dan memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Langensari kini mendata empat pengrajin tahu lainnya yang masih bertahan. Data tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan penanganan.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
