Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap fakta bahwa RA diduga melahirkan seorang diri di dapur rumahnya tanpa bantuan tenaga medis maupun keluarga. Setelah proses persalinan, bayi tersebut dimasukkan ke dalam karung plastik dan ditinggalkan di parit kawasan persawahan.
Menurut Alexander, motif utama pelaku didorong rasa malu dan ketakutan lantaran khawatir kehamilannya diketahui keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Pelaku mengaku panik dan takut keberadaan bayi diketahui pihak keluarga. Faktor tekanan psikologis dan rasa malu menjadi alasan utama tindakan tersebut,” katanya.
Polisi juga mengungkap bayi itu merupakan hasil hubungan RA dengan seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial. Hingga kini, penyidik masih menelusuri identitas pria tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, menyebut penyelidikan terus dikembangkan, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak yang mengetahui maupun turut membantu proses pembuangan bayi.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
