Saat itu Enur berada di dalam rumah dan tengah bertukar pesan dengan anaknya yang bekerja di wilayah Cipanas. Anaknya pun mengaku mendengar suara serupa dan sempat merasa takut.
“Anak saya juga dengar. Kalau kecelakaan rasanya kecil kemungkinan, soalnya suara dari jalan raya nggak mungkin sampai ke kampung,” ujarnya.
Dentuman tersebut juga memunculkan trauma bagi Enur, karena mengingatkannya pada gempa Cianjur beberapa tahun lalu yang diawali suara keras sebelum guncangan terjadi.
Kesaksian serupa disampaikan Emma, warga Desa Ciloto, Kecamatan Pacet. Ia sempat mengira suara itu berasal dari ban pecah atau tabrakan karena rumahnya berada di pinggir jalan utama.
Editor : Ayi Sopiandi
Artikel Terkait
