get app
inews
Aa Text
Read Next : Tabungan Lebaran Tak Bisa Dicairkan, Ratusan Ibu-ibu Geruduk Kantor LKM Akhlakul Karimah di Cibinong

Korsleting Listrik, Gereja Bethel Indonesia Cianjur Kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:49 WIB
header img
Gereja Bethel Indonesia Cianjur terbakar diduga dari korsleting listrik. Foto: Ricky Susan.

CIANJUR, iNewsCianjir.idGereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan KH Muhammad Ali, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Minggu (23/8/2026) sore. Kebakaran diduga bermula saat pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dinyalakan menjelang persiapan ibadah.

Petugas gabungan langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Belasan unit kendaraan pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur diterjunkan ke lokasi.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan, overhaul dan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api.

Sekitar pukul 21.00 WIB, api berhasil dipadamkan secara total. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut

Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, pihak gereja tengah melakukan persiapan untuk ibadah yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB.

“Pada waktu menghidupkan air conditioner (pendingin ruangan), terjadi percikan api yang diawali dengan asap dan bau. Hal tersebut kemudian berlanjut pada terbakarnya lantai 2 dan lantai 3 yang dijadikan tempat peribadatan,” kata Alexander saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.

Namun, Alexander menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihaknya akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan faktor teknis, kelalaian, atau ada unsur kesengajaan.

“Apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis perlengkapan peralatan seperti AC atau hal lain, nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor,” ujarnya.

Dalam proses penanganan, sejumlah petugas dilaporkan mengalami luka ringan maupun sesak napas. Menurut Alexander, kondisi tersebut merupakan risiko yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman.

Editor : Ayi Sopiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut