Harga Daging Tak Kunjung Jelas, Pedagang Sapi di Cianjur Ancam Mogok Massal 2 Hari
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Gelombang kegelisahan melanda pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur. Asosiasi Pedagang Daging Sapi (APDS) Cianjur mewacanakan mogok berjualan secara serentak di seluruh pasar tradisional menyusul ketidakpastian harga daging sapi yang kian mencekik usaha mereka.
Aksi mogok ini direncanakan berlangsung di semua pasar rakyat, mulai dari Pasar Induk Cianjur sebagai barometer harga, Pasar Muka, Pasar Cipanas, hingga pasar-pasar tradisional lainnya. Pedagang menilai kondisi saat ini sudah berada di titik kritis, di mana margin keuntungan nyaris lenyap akibat mahalnya harga pasokan dari hulu.
Perwakilan APDS Kabupaten Cianjur, Engkus Koswara (55), menegaskan bahwa akar persoalan diduga kuat bersumber dari kebijakan di tingkat pusat, khususnya dalam rantai distribusi impor sapi yang dinilai berbelit dan sarat biaya tambahan.
“Kami menduga masalah utamanya ada di pusat. Importir terbebani berbagai biaya, bahkan diduga ada pungutan yang tidak jelas. Akibatnya harga sapi dari hulu sudah tinggi, dan kami di daerah tidak punya ruang untuk menurunkan harga,” ujar Engkus, Minggu (25/1/2026).
Saat ini, harga sapi hidup dilaporkan menembus Rp58 ribu per kilogram, yang kemudian mendorong harga daging dari bandar mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat pedagang eceran berada dalam posisi sulit, terjepit antara harga beli yang tinggi dan daya beli masyarakat yang terus melemah.
“Dengan harga beli seperti itu, kami menjual Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilo pun tetap berat. Untungnya sangat tipis, bahkan rawan rugi,” ungkapnya.
Engkus menekankan bahwa persoalan ini bukan soal kelangkaan pasokan. Stok daging sapi di Cianjur dinilai masih aman. Namun, tingginya harga jual membuat konsumen menahan belanja, yang pada akhirnya memukul omzet dan keberlangsungan usaha pedagang.
Sebagai bentuk keseriusan, APDS mengaku telah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pedagang daging sapi di seluruh wilayah Cianjur. Rencana mogok juga akan dilaporkan kepada Dewan Pimpinan Pasar (DPP) asosiasi serta disampaikan secara resmi kepada pengelola pasar.
“Sesuai hasil sosialisasi, mogok direncanakan berlangsung pada Minggu dan Senin, 25–26 Januari. Namun keputusan final masih menunggu hasil rapat internal asosiasi, apakah aksi benar-benar dilaksanakan atau ditunda,” pungkas Engkus.
Editor : Ayi Sopiandi