120 Hektare Sawah di Cianjur Puso Diserbu Ribuan Burung, Petani Merugi Puluhan Juta
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, satu hektare sawah dapat menghasilkan tujuh hingga delapan ton gabah. Namun pada musim tanam kali ini, hasil yang didapat tak sampai satu persen dari produksi biasanya.
“Biasanya bisa tujuh sampai delapan ton per hektare, sekarang paling hanya sekitar satu kuintal,” katanya.
Menurut Teten, serangan burung mulai terjadi sejak usia tanaman 45 hari hingga menjelang panen. Burung datang dalam jumlah ribuan dan terdiri dari berbagai jenis.
“Jumlahnya ribuan, biasanya sore hari. Ada burung pipit, ada juga burung yang kepalanya putih,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kampung Pasir Angin, Ikin Sodikin, menyebut serangan burung kali ini sebagai yang terparah dan paling meluas dibanding musim-musim sebelumnya.
“Kalau dulu sifatnya lokal, sekarang hampir menyeluruh. Ini yang paling parah,” katanya.
Ikin mengungkapkan, total luas sawah yang terdampak mencapai sekitar 120 hektare. Serangan tidak hanya menyasar sawah yang siap panen, tetapi juga tanaman yang masih sekitar satu minggu menuju masa panen.
Editor : Ayi Sopiandi