Peternak Cianjur Didorong Naik Kelas lewat Pelatihan Silase dan Studi Banding
CIANJUR, iNewsCianjur.id - Badan Bank Tanah bersama Yayasan Astha Cita Masykur menggelar Program Pemberdayaan Masyarakat bagi Subjek Reforma Agraria (RA) di lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Bank Tanah, Sabtu (10/1/2026) kemarin.
Program ini fokus meningkatkan kapasitas usaha peternakan masyarakat melalui pelatihan teknis dan pembelajaran langsung di lapangan, sebagai bagian dari implementasi Reforma Agraria berbasis penguatan ekonomi lokal.
Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menegaskan bahwa Reforma Agraria tidak berhenti pada pembagian atau legalisasi lahan semata.
“Yang terpenting adalah bagaimana lahan tersebut benar-benar produktif dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci,” ujarnya Minggu (12/1/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar program pemberdayaan di wilayah HPL Badan Bank Tanah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Perwakilan Yayasan Astha Cita Masykur, Wakhid Masykur, menyebut pelatihan dan studi banding ini sebagai langkah awal membangun peternakan rakyat yang lebih terstruktur.
“Masyarakat tidak hanya belajar teknis, tetapi juga cara mengelola usaha peternakan secara efisien dan berorientasi jangka panjang. Ini penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Satriyo Ardi menilai teknologi sederhana seperti silase memiliki peran besar bagi peternak kecil.
“Dengan manajemen pakan dan pemeliharaan yang tepat, peternakan rakyat bisa meningkatkan produktivitas, menekan biaya, dan bersaing di pasar,” ujarnya.
Editor : Ayi Sopiandi