Tekan 300 Ton Sampah per Hari, Pemkab Cianjur Siapkan Fasilitas Pengolahan Komersial di Karangtengah
CIANJUR,iNewsCianjur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan fasilitas pengolahan sampah komersial di Kecamatan Karangtengah sebagai upaya menekan volume sampah yang mencapai 250 hingga 300 ton per hari.
Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi kompos serta memanfaatkan sampah anorganik dan residu sebagai bahan bakar alternatif bagi industri.
Rencana pengembangan fasilitas itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur dan CV ABIDZAR selaku pihak ketiga. Pelaksanaan fisik kerja sama tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 10 November 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Limbah B3 DLH Kabupaten Cianjur, Wandi Juliyaman, mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang selama ini berpotensi menjadi beban lingkungan.
Menurut Wandi, pelaksanaan program akan melibatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Karangtengah. Sosialisasi juga akan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kerja sama tersebut.
“Nanti akan dilaksanakan sosialisasi, pihak ketiga bekerja sama dengan TPS3R di Karangtengah,” ujar Wandi, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, CEO CV ABIDZAR, Rizal Supandi, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan menerapkan sistem pengolahan berdasarkan jenis sampah agar material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.
Sampah organik akan diproses menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dan residu direncanakan diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Produk RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh industri untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara.
Melalui sistem tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume limbah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Skema ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber bahan baku sekaligus energi alternatif.
Kehadiran fasilitas di Karangtengah juga diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Namun, efektivitas program tersebut akan bergantung pada kesiapan fasilitas, kesinambungan operasional, serta koordinasi antara DLH, pihak pengelola, TPS3R, dan masyarakat.
Dengan produksi sampah yang mencapai ratusan ton setiap hari, pengembangan fasilitas pengolahan menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur.
Realisasi program dan optimalisasi kapasitas pengolahan nantinya menjadi faktor penting untuk memastikan manfaatnya terhadap pengurangan timbulan sampah dan perbaikan kualitas lingkungan.
Editor : Yanto
Artikel Terkait
