El Nino Menguat, Cianjur Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Dani Jatnika
Bupati Cianjur, dr Wahyu Ferdian. Foto: Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id — Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi El Nino yang masih berlangsung kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. 

Fenomena tersebut dinilai turut memperbesar risiko kebakaran vegetasi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Gunung Gede Pangrango.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, serta BMKG, kondisi El Nino saat ini masih berada pada kategori kuat dan diprediksi semakin menguat.

"Menurut prediksi BMKG, El Nino saat ini masih berjalan dengan kondisi kuat menuju ke sangat kuat. Kabupaten Cianjur yang terletak pada bagian selatan Jawa itu termasuk salah satu yang terdampak cukup signifikan dengan kondisi cuaca saat ini," kata Wahyu, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, penguatan El Nino mulai beriringan dengan meningkatnya eskalasi kejadian karhutla. Salah satu kasus yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebakaran vegetasi di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Wahyu mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran tersebut. Kolaborasi pemerintah, aparat, relawan, dan pihak terkait dinilai berhasil menekan penyebaran api sehingga kondisi secara bertahap dapat dikendalikan.

"Alhamdulillah berkat kerja sama dari seluruh pihak, kebakaran ini kemudian bisa teratasi," ujarnya.

Wahyu menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, luas vegetasi yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango mencapai sekitar 20 hektare. Namun, pemerintah masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.

"Untuk penyebab pastinya kami akan melakukan pendalaman terlebih dahulu, karena kami mendapatkan berbagai informasi antara faktor alam dan juga faktor manusia," katanya.

Pemerintah, lanjut Wahyu, tidak menutup kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia. Jika hasil penyelidikan membuktikan terdapat unsur kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun pemerintah, kasus tersebut akan ditindak sesuai ketentuan hukum.

"Apabila terjadi kerugian yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah, ini akan kami tindak lanjuti dan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya.

Mengantisipasi potensi kebakaran susulan di tengah kondisi cuaca kering, Pemkab Cianjur kini memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat. Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan unsur Forkopimda, pemerintah desa, hingga relawan.

Pemkab Cianjur menyiagakan armada pemadaman di sejumlah wilayah sekaligus memperkuat sistem peringatan dini. Setiap laporan mengenai potensi maupun kejadian kebakaran diharapkan dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti sebelum api meluas.

"Dengan kondisi yang berkembang saat ini, kami akan menyiagakan armada-armada untuk pemadaman api, termasuk juga dari rekan-rekan Forkopimda dan desa-desa. Semua menyiagakan armadanya. Kami juga menyiagakan early warning system agar kemudian segala laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat," pungkas Wahyu.

Editor : Ayi Sopiandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network