Peminat Membludak, SMAN 2 Cianjur Tegaskan PCMB Bukan Penentu Kelulusan SPMB

Dani Jatnika
Gedung SMA Negeri 2 Cianjur. Foto: Dani Jatnika.

CIANJUR, iNewsCianjur.id — Tingginya minat masyarakat terhadap SMAN 2 Cianjur menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 memunculkan sejumlah kesalahpahaman terkait Pendataan Calon Murid Baru (PCMB). 

Sekolah menegaskan bahwa PCMB bukan bagian dari proses seleksi penerimaan siswa, melainkan hanya pendataan awal untuk memetakan minat calon peserta didik.

Humas SMAN 2 Cianjur, Ferry, menjelaskan bahwa tahapan persiapan SPMB yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat diawali dengan kegiatan piloting dan sosialisasi pada 25–28 Mei 2026. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan calon murid, pendampingan sekolah, hingga penjelasan mekanisme penerimaan siswa baru.

“PCMB bertujuan mengetahui jumlah dan sebaran calon peserta didik yang berminat mendaftar ke sekolah tertentu. Tahapan ini bukan seleksi dan tidak menentukan diterima atau tidaknya siswa,” ujar Ferry, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap hasil pendataan sebagai dasar penerimaan siswa. Padahal, proses seleksi resmi baru akan dimulai setelah tahapan verifikasi data selesai dilakukan.

Semula, masa pendataan dijadwalkan berakhir pada 8 Juni 2026. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperpanjang masa PCMB hingga 12 Juni karena adanya penyesuaian regulasi dan kendala teknis pada sistem aplikasi.

Ferry mengungkapkan, proses transisi pengelolaan sistem dari Tikomdik ke Diskominfo turut memengaruhi sejumlah layanan, termasuk fitur pemeringkatan dan sinkronisasi data peserta.

“Kondisi ini sempat menimbulkan kebingungan karena masyarakat mengira pendataan telah berakhir pada 8 Juni, sementara hasil pemeringkatan mulai muncul sehari setelahnya,” katanya.

Saat ini, verifikasi data masih dilakukan oleh tim sekolah bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat. Adapun seleksi tahap pertama SPMB dijadwalkan berlangsung pada 15–19 Juni 2026.

Pada tahun ajaran mendatang, SMAN 2 Cianjur membuka kuota sebanyak 504 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya perubahan kebijakan dari Program Anak Putus Sekolah (PAPS) menjadi program sekolah penyangga.

Meski daya tampung terbatas, minat masyarakat tetap sangat tinggi. Hingga saat ini tercatat sekitar 2.600 calon peserta didik memilih SMAN 2 Cianjur dalam pendataan awal.

“Dari sekitar 2.600 peminat, kemungkinan hanya sekitar 1.500 peserta yang masuk wilayah prioritas dan dapat mengikuti seleksi tahap pertama. Sementara daya tampung sekolah hanya 504 siswa,” jelas Ferry.

Ia menambahkan, seleksi dilakukan secara terpusat melalui sistem Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mempertimbangkan jalur pendaftaran, jarak domisili, capaian akademik, dan prestasi peserta didik. Sementara untuk jalur afirmasi, calon siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1, 2, atau 3, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Seleksi tahap kedua nantinya akan difokuskan pada jalur domisili. Jika kuota sekolah telah terpenuhi pada tahap pertama, sistem secara otomatis akan menutup pilihan SMAN 2 Cianjur pada jalur berikutnya. Kondisi ini membuat persaingan masuk ke sekolah tersebut diperkirakan kembali berlangsung ketat pada tahun ajaran 2026/2027.

Editor : Ayi Sopiandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network