Kebakaran Gunung Gede Capai 20 Hektare, Hampir 700 Personel Disiagakan
CIANJUR, iNewsCianjur.id — Kebakaran kawasan Gunung Gede di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mencapai sekitar 20 hektare.
Menghadapi kondisi kemarau yang diperparah fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama TNI-Polri dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan untuk mencegah munculnya titik api baru dan meluasnya kebakaran.
Bupati Cianjur dr Wahyu Ferdian mengatakan personel gabungan masih disiagakan di kawasan terdampak untuk memantau kondisi dan mengantisipasi potensi munculnya kembali api.
"Kita tetap ada personel yang berjaga di sana," kata Wahyu di Cianjur, Rabu (12/8/2026) kemarin.
Menurut Wahyu, ancaman kebakaran hutan dan lahan meningkat seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Faktor alam, ditambah fenomena El Nino, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat mempercepat munculnya dan meluasnya titik api.
"El Nino yang saat ini kondisinya kuat menuju sangat kuat, kebakaran secara alami bisa terjadi kapan saja," ujarnya.
Pemkab Cianjur pun menyiagakan personel dari berbagai unsur, sekaligus mempersiapkan armada dan peralatan pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diarahkan tidak hanya untuk merespons kebakaran, tetapi juga memperkuat pencegahan sejak dini.
Di sisi lain, Polres Cianjur mengerahkan hampir 700 personel untuk menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Personel tersebut disebar tidak hanya di tingkat Polres, tetapi juga di sejumlah Polsek jajaran agar respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi mengatakan pihaknya juga meminta dukungan Batalyon B Brimob Polda Jawa Barat guna memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
"Kami siagakan hampir 700 personel. Kami siagakan bukan hanya tingkatan Polres, tapi kami juga siagakan di Polsek-Polsek jajaran. Termasuk kami meminta bantuan kepada Batalyon B Brimob Polda Jawa Barat," kata Alex.
Alex menegaskan pengerahan personel tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi. Menurut dia, upaya preemtif dan preventif harus menjadi prioritas untuk menekan risiko kebakaran di tengah kondisi El Nino yang diperkirakan berlangsung cukup berat.
"Yang kita harapkan adalah perlengkapan-perlengkapan orang/personel tersebut tidak perlu melakukan pemadaman. Dalam arti upaya preemtif dan preventif yang dapat menyebabkan kebakaran, baik lahan, hutan, maupun kebakaran yang lain dapat kita cegah," ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan di medan yang sulit dijangkau, Polres Cianjur juga mulai menambah peralatan pemadam secara bertahap. Salah satunya berupa gepyok yang dibuat dan dimodifikasi menggunakan bahan rotan.
"Karena sifatnya begitu masif, maka pengadaan peralatan akan dilaksanakan dengan bertahap. Kami tadi menginisiasi untuk adanya peralatan berupa gepyok yang kami buat dan kami modifikasi dari rotan," katanya.
Menurut Alex, jumlah peralatan tersebut akan terus ditambah dan didistribusikan ke sejumlah wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat membuat api lebih mudah menyebar.
Pemkab Cianjur berharap penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat mampu mempersempit ruang penyebaran api. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan dalam mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama kondisi cuaca kering berlangsung.
Dengan luas kawasan yang terdampak telah mencapai sekitar 20 hektare, penguatan pencegahan menjadi krusial agar kebakaran Gunung Gede tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kawasan hutan serta lingkungan di sekitarnya.
Editor : Ayi Sopiandi